Pasti liat judulnya temen2 mikirnya aneh2 ya… Mungkin ada yang berpikir, lebay amat ni anak
, atau mungkin beranggapan romantis kali yak..
.hehehe. Wajar seh, karena emang cukup mempresentasikan hal2 tersebut. Tapi sebenernya emang iya seh..he (eh, ngga2, becanda).
Darimana ya enaknya bercerita??? Dari sini aja kali ya ceritanya,…. Semua orang pasti punya cita-cita dalam hidupnya dan semua orang juga pasti punya CiDaHa-nya (cinta dalam hati-red). Cita dan Cinta sekilas emang mirip. Cuman beda 1 huruf aja seh. Tapi adakah hubungannya? Mungkin saja Cita adalah kakaknya Cinta ato sebaliknya. he. Tapi tentu bukan itu yang dimaksud disini. Sejak kecil kita sudah diajarkan bahwa kita harus punya cita-cita. Dan cita-cita itu pun harus setinggi langit (mumpung masih gratis kali ye). Ada yang pengen jadi Tentara, Pilot, Dokter, Guru dan lain sebagainya. Ada yang pengen jadi orang kaya, orang sukses atau orang yang bermanfaat. Intinya, apa yang kita cita-citakan merupakan hal yang paling tinggi yang ingin kita capai. Tapi apa benar ya?? Mungkin iya mungkin juga tidak. Seiring berjalannya waktu pasti banyak juga yang berubah. Contoh kecilnya aja ketika aq masih kecil, pengen banget jadi tentara. Tapi apa boleh buat, ternyata aq harus pake kacamata ketika kelas 2 SMP. Gantilah cita-citaku. Aq pengen jadi Dokter. Dengan asesoris kacamata dan tulisan yang lumayan jelek paling tidak merupakan modal yang cukup untuk jadi seorang Dokter..
. Tapi apa boleh buat (lagi) ternyata nggak diterima di FK tapi malah masuk ke Farmasi. Dan di saat yang bersamaan keterima juga di STAN. Kata banyak orang “Hidup adalah pilihan”, pengennya seh milih semuanya. Tapi kalo milih semua bukan milih namanya, tapi maruk.he. Akhirnya, dengan banyak pertimbangan pilihan itu jatuh ke STAN. Dimana2 yang gratis emang enak (yang belang kali..). Dan akhirnya juga sampailah di Depkeu. Emang seh, cita-cita fisik yang dulu aq impikan ngga kesampaian. Tapi cita2 dalam arti luas paling tidak kesampaian lah, yaitu jadi orang yang beruntung.. hehe(kata sebagian orang seh gitu). Jadi intinya, sesuatu yang kita cita-citakan secara fisik mungkin tidak kesampaian, tapi apa yang kita cita-citakan dalam arti luas pasti kesampaian yaitu menjadi salah satu orang yang beruntung.
Trus.. Trus.. Ada Apa Dengan Cinta??? Cinta udah jadi milik Rangga kali..huhu
Cinta merupakan fitrah tiap manusia. Kalo kata Pujangga, “tiada manusia yang bisa hidup tanpa cinta”. Dalam meraih cita-cita pasti dibutuhkan cinta. Mustahil seseorang bisa meraih cita-citanya tanpa adanya cinta.. Ada cinta dari cinta Sang Maha Pencipta, Orang Tua, Saudara sampai Teman2.
Cinta dari Sang Maha Pencipta.
Jadi teringat sebait lagu “Kasih manusia sering bermusim, Sayang manusia tiada abadi. Kasih Tuhan tiada bertepi, Sayang Tuhan janjinya pasti…” Yup benar sekali, betapa besar cinta-Nya hingga kita bisa jadi seperti ini. Selalu memberi jalan yang terbaik. Memberi kemudahan dan petunjuk untuk kita semua. Memberi rejeki yang melimpah dan masih banyak lagi yang pasti tidak terhitung besarnya. Tul??
Cinta dari Ortu.
Tak lekang oleh waktu, Tak hancur oleh hantaman batu, Tak hilang walau badai menyerbu, Tak sirna oleh hujan yang menderu dan Tak kan mudah untuk berlalu….
Melebihi cinta Sang Ratu, Membuat kita selalu rindu, Menghampiri dengan suara merdu, Memupuk bunga yang layu dan Menghibur hati yang sendu…..
Cinta dari Saudara
Saudara adalah orang yang paling dekat sama kita setelah ortu. Saudara pasti punya arti besar dalam perkembangan kehidupan kita. Cintanya tentu sangat kita rasakan. Perjalanan hidup yang telah dilalui bersama dalam satu atap dan satu kesamaan nasib akan melahirkan perasaan cinta alami yang muncul karena kebersamaan yang di bentuk sampai saat ini.
Cinta dari Teman2
Ketika jauh dari Ortu n Saudara, arti teman sangatlah penting. Teman bagaikan pelita yang menyinari hidup ketika kita berada di tempat yang jauh. Bagaimana rasanya senasib sepenanggungan dalam perantauan membuat kita pasti merasa dekat. Kalo kata pepatah itu, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”. Kebersamaan membuat kita selalu bersemangat dalam menghadapi kehidupan ini.
Jadi, anggapan bahwa cita merupakan kakak cinta ato sebaliknya mungkin ada benarnya juga ya.. hehe.. Tapi yang pasti Cinta merupakan modal kita untuk meraih Cita-cita… Menggapai Cinta Meraih Cita-cita…
Z.Irfanimovic, 140709
